Senin, 15 September 2014

Dari sebotol teh

Seorang gadis berjalan keluar dari sebuah apotek. Rambut kuncir kudanya sedikit berantakan. Lingkaran hitam di bawah matanya terlukis tebal pertanda tubuhnya telah lelah. Langkahnya kecil, menahan sakit pada kaki karena terlalu banyak berdiri seharian ini, dan beberapa hari terakhir. Pikirannya hanya satu : ISTIRAHAT. Yang ia inginkan hanya satu, bisa memejamkan matanya untuk melepas lelah dari praktek ini. Tugas dan lain-lain, biar sajalah. Remuk sudah rasanya sekujur badan.

Di sana, di halaman parkir apotek itu, seorang pria duduk di atas jok sepeda motor, menunggu sang gadis sembari sesekali menenggak minuman berelektrolit. Senyumnya terkembang melihat kekasihnya melangkah menghampiri. Ia tahu perempuannya begitu letih dan amat menghargai balasan senyum darinya. Disodorkannya jaket abu-abu pada pemilik mata coklat favoritnya untuk menghalau dingin angin malam beserta pertanyaan singkat tentang kegiatan hari ini.

Lalu,
"Ini teh botol siapa?"
"Buat kamu. Kamu pasti haus dan lelah setelah lama berdiri dan mengurusi ini-itu, kan? Ayo diminum."
"Oh ya? Thank you so much."

Yang tak pria itu tahu, di belakang punggungnya, sang gadis tersenyum lebar dan mengucapkan terima kasih (lagi) dalam diam karena merasa separuh lelahnya hilang seketika.


***


Ada ribuan cara mengatakan "Aku sayang kamu."

Salah satunya?


Dengan menyiapkan sebotol minuman pelepas dahaga.


***

Terima kasih, Kamu... :')

0 comments:

Posting Komentar