Minggu, 20 Juli 2014

untuk apa?

"Hei, dua tahun tanpa tatap muka, mengapa tak sekalipun ku dengar kata rindu darimu? "

"Untuk apa? Bukankah kau bilang tak ada gunanya mengumbar kata rindu jika raga tetap tak bisa bertemu?"

Dan pria di hadapanku pun membeku.
Continue Reading...

Jumat, 04 Juli 2014

Rasanya baru kemarin...

Rasanya baru kemarin saya menangis mengadu kepada Mama betapa kesalnya saya harus menuruti semua peraturan ospek saat baru menjadi mahasiswa.
Rasanya baru kemarin saya setengah tertawa-setengah menangis di acara perpisahan SMA,
Rasanya baru kemarin saya merasakan euforia hari-hari pertama berseragam putih abu-abu,
Rasanya baru kemarin saya kerepotan menguncir dua rambut saya dan mengenakan pita di atas seragam putih-biru,
Rasaya baru kemarin saya masih berlarian ke sana kemari, bermain lompat tali, bermain congklak atau bola bekel bersama teman di sebuah sekolah dasar,
Rasanya baru kemarin saya merengek minta dibelikan krayon baru, belajar baca-tulis, bernyanyi lagu anak-anak
Bahkan,
Rasanya baru kemarin saya masih bisa berlari menghambur ke pangkuan Mama atau Papa kemudian menciumi wajah mereka dengan membabi buta.

Ya,
rasanya baru kemarin semua hal itu terjadi...
Waktu berlalu begitu cepat tanpa saya sadari.
Studi sarjana selesai beberapa hari lalu,
dan sudah 7 tahun berlalu sejak pertama kali menginjak putih abu-abu,
dan sekian tahun lagi yang terlewati sejak saya bisa mengingat apa yang terjadi...

"Benarkah sudah selama itu?" selalu pertanyaan dengan nada tak percaya terlontar ketika jiwa merenung menghitung hari yang berlalu..

Kini,
bukan lagi berlari ke kelas untuk mengambil tempat duduk di depan saat kuliah,
bukan lagi berusaha menahan kaki untuk tidak berjalan cepat saat mengenakan rok abu-abu panjang,
bukan lagi sibuk memastikan kuncir dua rapi berpita setiap paginya,
bukan lagi bingung menentukan krayon warna apa untuk warna gambar rumah di kertas gambar kali ini,

Kini,
ada hal lain yang menunggu,
seiring beban yang kian besar di pundak kecilku.

ada tanggung jawab untuk menentukan seperti apa masa depanku...
Kemana arah yang ingin ku tuju,

Dan,
Saya siap untuk hal itu,
Dan,
Saya siap untuk berkata, "Rasanya baru kemarin aku mengkhawatirkan masa depanku."
Continue Reading...

Followers

Follow The Author