Jumat, 22 Januari 2016

Melawan rindu

Ada masa dimana malam dirasa terlalu panjang,
Dingin,
Pun menyesakkan

Di saat yang sama,
Ada hati yang bergelut dengan akal,
Ada rasa yang harus dijinakkan logika,
Dan ada sesak tertahan yang tertumpah dalam rupa air mata..

Lalu, raga bisa apa?
Jemariku terlalu jauh tuk menggapai,
Sedang
Punggungmu terlalu jauh untuk ku rengkuh

Bahkan bibir membeku, tak lagi mampu mengucap rindu,
Hanya bulir bening dari mata menjadi penanda apa yang tengah merasuki jiwa

Begitu aku menghadapi rindu.
Pada akhirnya, hanya duduk terdiam, tergugu.

Begitu aku melawan rindu,
Membiarkan napasku pergi satu persatu,
Berharap rasa ini menguap tanpa perlu lagi ku hidu

Continue Reading...

Selasa, 19 Januari 2016

Jam tangan milik Akas

Rantai jam tangan itu berwarna perak, dengan sentuhan nuansa emas di dalam bundaran penunjuk waktu .
Tidak banyak angka di dalamnya, hanya angka dari bahasa latin sebagai penunjuk tanggal, sisanya balok sebagai pengganti 12 angka pada jam.

Tidak ada yang istimewa,
Lalu?

Oh, sayangnya, jam tangan ini berbeda,

Karena jam tangan ini, diterima dengan sangat bahagia oleh seorang pria berambut putih berkulit sawo matang sebagai kado ulang tahunnya beberapa tahun silam.

Karena jam tangan ini, selalu terletak di meja merah tempat meletakkan gelas kopi, atau di atas lemari pendingin. Jika tak ada di sana, pastilah benda ini ada di pergelangan tangan kiri pemiliknya.

Karena jam tangan ini, selalu menjadi penanda untuk seorang wanita paruh baya menahan rindu pada suaminya, yang terpisah bukan lagi dengan jarak, namun dengan takdir bernama kematian.

Karena jam tangan ini,
Benda yang identik sekali dengan orang yang sangat kami cintai,

Jam tangan kesayangan (Alm.) Akas

:')

Continue Reading...

Followers

Follow The Author