Selasa, 27 Januari 2015

Teruntuk Senja yang Tertinggal di belakang

Kamu,
Seperti senja setelah siang yang cerah
Dengan guratan jingga nan hangat di pelupuk cakrawala
Indah,
Namun sekejap,

Pergilah,
Usah sungkan,

Aku kan terbiasa melangkah dalam kelam,
Bersama bulan yang sebentar lagi merangkak naik merajai malam
Menanti fajar baru ciptaan Tuhan
Sembari melupakan mu, senja yang datang terlalu dini

Mungkin suatu hari nanti kau ku kenang,
Hanya sebatas memori, tak lebih

Karena kamu, senja indah yang pergi terlalu cepat,

Senja indah yang tertinggal di belakang...

Minggu, 11 Januari 2015

Tentang Kehilangan

Hei,
dengar,
dengarkan sekali saja perkataan orang berhati dingin ini..

Tolong arahkan pandanganmu ke samping...
Adakah ia yang jemarinya biasa kau genggam di sana?
Jika ya, eratkanlah genggamanmu...

Untukmu yang tengah memeluk seorang berarti dalam hidupmu,
dekap dengan segenap hati,
hirup wanginya sebanyak kedua paru-mu mampu...

Kenang setiap kehadiran dan tawa yang terbagi bersama mereka terkasih,
bahkan, hargai gemuruh amarah dalam dada pada saat terkelam kalian,
resapi airmata yang berderai kala berbagi di titik terendah...

Meski enggan tuk mengingatnya kini,
tapi nanti,
nanti catatan-catatan itu kekal sebagai pengganti diri
Memori itu lah yang kau kan kenang dalam sunyi..

Nikmati setiap detik yang berlalu bersama mereka yang mencintaimu,
ciptakan momen-momen terbaik,

Karena,
takkan selamanya pertemuan itu kan ada,
tak selamanya kau bisa berlari memeluk, tertawa, bahkan bertengkar bersamanya

sudah hukum alam ketika ada pertemuan, kelak disusul perpisahan,
perpisahan yang tak mampu ditebak waktu berkunjungnya,

Suatu masa nanti, kau akan ditinggalkan,
persiapkan diri...
untuk kehilangan..


meski, manusia memang takkan pernah merasa siap untuk kehilangan..