Selasa, 27 Januari 2015

Teruntuk Senja yang Tertinggal di belakang

Kamu,
Seperti senja setelah siang yang cerah
Dengan guratan jingga nan hangat di pelupuk cakrawala
Indah,
Namun sekejap,

Pergilah,
Usah sungkan,

Aku kan terbiasa melangkah dalam kelam,
Bersama bulan yang sebentar lagi merangkak naik merajai malam
Menanti fajar baru ciptaan Tuhan
Sembari melupakan mu, senja yang datang terlalu dini

Mungkin suatu hari nanti kau ku kenang,
Hanya sebatas memori, tak lebih

Karena kamu, senja indah yang pergi terlalu cepat,

Senja indah yang tertinggal di belakang...

Continue Reading...

Minggu, 11 Januari 2015

...

Sungguh aku benci!Apa-apaan ini?!

Ini bukan tempatku!
Bawa aku pergi!

Lihat! Tubuhku penuh luka!
Sayat di sana sini..

Keluarkan aku!
Keluarkan aku!!!

Aku takut... huhuhuhu...
pelan-pelan mereka menggilasku, memukul,
kemudian memahatku menjadi seperti yang mereka mau..

Sakit, sakit,
sungguh sakit rasanya.. huhuhuhu,
Tunggu,
aku lupa, kau tak pernah mengerti bagaimana perihnya menanggung sakit kala mereka mengukir tubuh dan pikiranmu sesuai ingin mereka

Mencabik jiwamu seolah kertas bekas tak lagi berguna,
mengoyakkan hingga kau takkan mampu memungut dan menyatukannya...
Menjadikanku hampa tanpa nyawa...

kau tak tahu rasanya kan?
huhuhuhu...

Aku bertahan dengan sisa kewarasanku,
bergantung pada sisa jiwa yang terkumpul,

menggunakan penghabisan tenagaku,
ku mohon...
bebaskan aku...

Biarkan aku menghabiskan sisa umurku dengan menjadi aku...
Bantu aku...
Continue Reading...

Tentang Kehilangan

Hei,
dengar,
dengarkan sekali saja perkataan orang berhati dingin ini..

Tolong arahkan pandanganmu ke samping...
Adakah ia yang jemarinya biasa kau genggam di sana?
Jika ya, eratkanlah genggamanmu...

Untukmu yang tengah memeluk seorang berarti dalam hidupmu,
dekap dengan segenap hati,
hirup wanginya sebanyak kedua paru-mu mampu...

Kenang setiap kehadiran dan tawa yang terbagi bersama mereka terkasih,
bahkan, hargai gemuruh amarah dalam dada pada saat terkelam kalian,
resapi airmata yang berderai kala berbagi di titik terendah...

Meski enggan tuk mengingatnya kini,
tapi nanti,
nanti catatan-catatan itu kekal sebagai pengganti diri
Memori itu lah yang kau kan kenang dalam sunyi..

Nikmati setiap detik yang berlalu bersama mereka yang mencintaimu,
ciptakan momen-momen terbaik,

Karena,
takkan selamanya pertemuan itu kan ada,
tak selamanya kau bisa berlari memeluk, tertawa, bahkan bertengkar bersamanya

sudah hukum alam ketika ada pertemuan, kelak disusul perpisahan,
perpisahan yang tak mampu ditebak waktu berkunjungnya,

Suatu masa nanti, kau akan ditinggalkan,
persiapkan diri...
untuk kehilangan..


meski, manusia memang takkan pernah merasa siap untuk kehilangan..




Continue Reading...

Followers

Follow The Author