Senin, 22 Oktober 2012

Trouble is an Apple Tree...

When the hard time comes, sometimes I just want to stop walking and go back to where everything is fine.
When the wind blows strongly, I wish I were blew away with it,
When the situation is going to be crazy, I'd rather sit at my safe home than stuck in that mess.

But,
I can't run away, I can't stop walking toward the dream I've been dreaming of.
No,
I can't keep safe, lock my self in a secure place.
I'd be a loser...
Cause like it or not, I gotta face everything comes to me.

Cause, this is what we call 'LIFE'
Trouble is always here, standing next to us.
Trouble is our best friend, a very good friend which always gives you a challenge to do.
Screaming or crying loudly is not an option as a way out.
Cause the only way out is to beat the challenges.
You may not always win,
But, trouble is like an apple tree.
Though you fail to get the apple with your hand, it'll fall by itself to your palm.

Yes, whether you fail or lose, you'll get the prize : A LESSON


Continue Reading...

Selasa, 16 Oktober 2012

kata hati kepada diri

Aku hanya ingin menulis dan atau mengetik! Tanpa ada yang menghalangi, termasuk 'backspace' and 'delete' !! 
Aku ingin jemariku menari bebas di atas keyboard atau meliuk indah di atas helaian kertas,
melepaskan semua kata yang bergaung keras dalam benak.
Tak peduli titik koma! 
Aku hanya ingin menulis, menulis, menulis!
Terpagar rasa takut salah, terintimidasi oleh sempurna, aku telah jemu!
Biar saja karya ku timpang! 
Biar saja cela berdatangan!


(edited from note on my fb account with the same title)
Continue Reading...

Kamis, 11 Oktober 2012

absurd thoughts..

hidup adalah saat kau membuka mata di pagi hari, tersenyum lebar dan seiring berjalannya hari menemukan banyak hal yang tidak sesuai namun tetap menguatkan diri.

hidup adalah saat mentari bersinar terang, namun di hatimu tetap saja berawan. dan kau tetap menikmati hangatnya hari meski dingin menyelimuti.

hidup adalah saat kau mengambil keputusan yang ternyata menyakitimu, namun kau tertawa dan diam-diam berkata, "Seandainya aku... ah, sudahlah..." 

hidup adalah saat kau tersandung, terluka dan menangis, tapi sedetik kemudian kau bangkit, dan berkata, "Aku baik-baik saja."

hidup adalah ...
Continue Reading...

Selasa, 09 Oktober 2012

1st microfiction : Untitled


Setiap pagi, aku terbangun oleh pelukannya. Sebuah pelukan hangat dari seorang yang ku sebut malaikat. Binar bening mata dan alunan merdu nadanya menjadi bagian tak terpisahkan dalam hidupku. Akulah yang setia menemani hari-harinya. Menghabiskan waktu bersamanya menjadi suatu rutinitas yang tak pernah menjemukan bagiku. Mendengar tuturnya adalah kesenanganku.
Perlahan… Perlahan ia menjauh. Aku tak mengerti mengapa. Entahlah. Tak ada lagi sapa dan peluk hangat. Tak lagi cinta kah ia padaku? Aku mencoba bersabar menunggunya kembali datang memelukku. Biar saja aku memendam rindu, cukup aku mendengar suaranya dari jauh.
Tiba-tiba, aku merasakan hangat pelukan itu kembali! Akhirnya! Hatiku seperti meledak oleh rindu yang membuncah. Tapi…
“Kakak! Ia ini lucu sekali! Bolehkah aku memilikinya?”
“Ya, Sayang. Tentu saja. Mulai sekarang boneka ini milikmu.”

Continue Reading...

Kamis, 31 Mei 2012

Surat Untuk Mama


Ma, 
apa kabar Mama di sana? Sudahkah mama makan? Shalat? Tenang saja, Ma, putri kecilmu baik-baik saja. Ia tengah berjuang menjadi kupu-kupu nan cantik dan tak terpengaruh oleh hal-hal buruk seperti yang Mama takutkan.

Ma, 
Hidup berjauhan denganmu sangat menyebalkan. benar-benar menyebalkan. Aku iri melihat teman-temanku yang bisa setiap hari bertemu, menyapa, memeluk, tertawa, bahkan bertengkar dengan ibu mereka masing-masing. Aku pun ingin begitu, Ma! Aku rindu saat kita tertawa bersama, rindu saat kita bertengkar hingga kita berdua seperti anak kecil, saling tak bertegur sapa selama beberapa waktu. Bahkan aku rindu omelan Mama saat aku tak membereskan kamarku atau karena nilai pelajaranku jelek, ah, atau karena aku bertengkar dengan saudara-saudaraku!

Dan kala aku terbaring lemah,
Ingatkah mama saat itu? saat aku sakit dan menelpon mama yang sedang bekerja? mama langsung pulang dan memberiku obat. beberapa jam kemudian, ketika jam bekerja usai, mama kembali mengetuk pintu kamarku, dan bertanya keadaanku, bahkan rela memasakkan bubur untukku. Bahkan aku pernah membuat mama menangis di tengah pagi buta karena sakit. tolong maafkan putrimu yang terlampau sering membuatmu cemas, Ma.

Kini, jika aku sakit, aku tak bisa lagi merasakan hangatnya belaian mama, hadir mama. aku hanya bisa mendengar suara cemasmu di seberang sana melalui seluler ku. Apa enaknya itu?

Saat hari jadiku, mama yang pertama membangunkanku dari mimpi, mengecup pipiku. Dengan mata berkaca-kaca mama kan menuturkan betapa bahagianya mama melihat putrinya kian beranjak dewasa. Mama pun kan mengucapkan sederet doa dan harapan bahwa kelak hidup malaikatnya kan selalu dalam kebahagiaan.
Ketika hari beranjak sore, mama lah yang pertama kan mencariku, bertanya-tanya dengan cemas mengapa aku belum kembali ke pangkuanmu, membawa sejuta cerita yang kulalui hari itu.

Bila kah masa itu kan kembali, Ma?

Ma,
Aku tahu mama diam saja saat mama tahu aku lebih memilih menceritakan masalahku pada sahabatku. Maaf, Ma, kala itu aku tak mengerti bagaimana perasaan mama melihat putri yang mama lahirkan dan rawat sejak kecil hingga dewasa lebih percaya pada orang asing daripada ibunya sendiri. Kini aku paham, mama merasa sedih dan cemas, mama takut aku menceritakan kepada orang yang salah dan mendapat solusi yang  tak baik pula. Mama berharap putrinya mendatanginya saat dirundung lara, bahwa mama ingin berbagi, turut merasakan sedih, luka, dan perih yang permata hatinya rasakan. Sungguh, ma, pelukmu adalah tempat yang sangat indah untuk melepas semua sakit yang terasa. tiada yang dapat menggantikan dekapmu.

Kala semua orang yang ku sebut 'TEMAN' menjauh, hanya mama yang masih setia bersamaku. Saat aku terluka karena cinta, mama jua nan mampu menghilangkan perihnya. 

Ma,
aku belumlah menjadi anak yang sepenuhnya berbakti padamu. namun, aku akan berusaha menjadi indah seperti doa yang mama sematkan pada ku waktu pertama mama memandang wajahku dulu. Mama tenanglah, aku pasti mampu mewujudkannya.

I love you, Ma...





Continue Reading...

Kamis, 26 April 2012

sudah, jangan dipaksa..

Sekuat apa aku?
Setangguh apa diriku?
Apa yang mereka tahu tentangku hingga berani menuntutku?
Aku bukan dedaun yang selalu siap berguna bagi dunia.
Mampuku pun terbatas.
Karang pun kan pecah jika ombak terus mendera
Apalagi daku, hanya seonggok tulang berlapis otot
Dan tak sempurna
Sudah…
Aku menyerah…
Lelah…


Continue Reading...

Kamis, 16 Februari 2012

berkat jemuran, aku diperban...

Pengalaman pertama!
Umm, ini musibah sih, tapi tiap inget, pasti ketawa.
Lagi asik-asiknya utak-atik laptop, ngelirik jam. Alamak! Udah jam 17.30! langsung bediri dan buru-buru ke halaman belakang buat angkat jemuran, hasil kerja jadi kuli cuci hari itu. Hehe. Tanah di bawah jemuran itu becek (thanks to hujan). Ada jemuran yang kalau mau diambil mesti mijak tanah becek itu. Males banget lah mijak tanah lembek gitu. Kebetulan sekali ada gundukan kecil pasir sisa bikin kolam ikan atau saluran air gitu, (lupa. ^^ ) dan diatasnya ada sebilah kayu. Nah, kaki kanan indah, mijak kayu itu, baru deh bisa ambil jemuran tanpa harus menginjak tanah becek. Yeyeyey!
Tapi ternyata, keberhasilan itu harus dibayar mahal, Saudara-Saudara! Saat kaki kanan indah kembali menginjak tanah, kayu itu bergerak secara kebalikan arah jarum jam. Nah, kaki kiri indah sedang manisnya berdiri tepat di arah yang sama, akibatnya, terjadilah tabrakan maut itu. Sempat meringis sih. tapi pas liat, cuma lecet dikit. Pikirnya, "Ah, biasa itu mah, bentar lagi juga bakal ilang sendiri lecetnya." 
Lecetnya emang ilang, dan malam itu, pergelangan kaki kiri yang kena juga ga berasa apa-apa. biasa aja. Cuma pas jalan, emang rada-rada sakit. Indah biarin aja karena (sekali lagi) mikirnya kepentok biasa. Besoknya ngampus, juga masih lari-lari, lompat-lompat tangga (yep, my college is my kindergarten. hoho. :D ), masih ga ada apa-apa. Nah, pas 2 hari setelah kejadian, Indah pergi ke suatu Mall besar di kota Jambi ini lantaran mau nonton temen yang ikut lomba nyanyi. Duduk di atas karpet, trus bersila. Disinilah petaka mulai terjadi. Ga berapa lama duduk bersila, pergelangan kaki kiri mendadak cenat-cenut. Berhubung saya orangnya cuek, dibiarin aja (lagi). Tapi makin lama makin sakit. Langsung deh, diomelin sama bang kotiyo yang kebetulan menemani saya.
Setelah pulang dari sana, sakitnya semakin menjadi. Aku jadi susah jalan, bahkan jalan dari kamar ke dapur yang jaraknya cuma 4 meter-an, udah bikin indah meringis. berdiri juga sama. tapi masih keukeuh gamau dikompres atau apalah. Telpon papa, papa bilang makan analgetik aja. tapi aku lupa terus minumnya (as always). akhirnya, 22 Januari, aku mengalah, ni kaki mesti dikompres. dengan dibantu adik sepupu, pergelangan kaki kiriku dikompres dengan air hangat.

Rasanya?
MAMAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!!!
itu respon pertama sedetik setelah handuk kecil diletakkan di atas bagian yang sakit. Sumpah deh, sakit banget. rasanya kayak kebakar gitu. Pokoknya sakit banget lah, sampai menitikkan air mata. Setelah banyak teriakan kesakitan, dan 3 kali ganti air hangat, kompres kaki sesi pertama dihentikan. Walau udah ga dikompres, bagian yang sakit tetep aja kayak kebakar -________-  . tapi saat dikompres sorenya (yang pertama pagi), ga begitu sakit lagi. Alhamdulillah, ada pencerahan. hehe.
Perkiraan masalah kaki sudah beres ternyata hanya mimpi, untuk jalan dan berdiri masih susah dan SAKIT. bahkan sampai beberapa hari setelah dikompres. Tuing tuing, kesal rasanya. Kaki masih ngilu, amat ngilu. lebamnya pun masih ada meski samar. akhirnya, dengan linangan air mata, kembali menghubungi papa. Solusinya : PERBAN ELASTIS dan pakai obat antikoagulan topikal karena analgetik cream ga mempan. yah, sore itu juga, dibantu oleh Koko, kaki udah dibungkus perban elastis. Nenek sampai ngoceh, "cuma kena kayu kenapa malah sampe diperban gitu? aneh." Tapi, menurut papa, ternyata benturannya kuat, darah beku numpuk di daerah itu (wajar aja ya teriak-teriak pas dikompres) dan juga kena tulang.
akhirnya, terpaksalah kemana-mana memakai perban, termasuk ke kampus. karena ga biasa make perban, indah sering lupa kalau kaki diperban. akibatnya, suka ga sadar jalan cepat (malah pernah lari gara-gara takut telat masuk lab), setelah itu meringis kesakitan karena masih ngilu banget. seminggu lebih indah memakai perban itu. sampai akhirnya, ngerasa udah baikan, indah lepas. 
sekarang udah ga pake lagi. udah bisa lari lagi, udah bisa lompat-lompat tangga lagi. tapi kalo duduk di lantai, trus kaki kiri dilipat, masih suka ngilu.

PESAN MORAL : jangan anggap enteng apapun, termasuk kepentok kayu, dan (pesan Koko) HATI-HATILAH DALAM MELANGKAH.

yah, teman, berhati-hatilah dalam melangkah. siapa yang menyangka dicium kayu dapat mengakibatkan petaka?

ps : thanks to Dwi yang berbaik hati membantu saya mengompres pergelangan kaki. nice cousin! :)

Continue Reading...

Rabu, 15 Februari 2012

Kutipan dari Girls Who Grew Up Great

Jika kamu tidak menyukai keadaan dunia, ubahlah. Kamu punya kewajiban untuk mengubahnya. kamu tinggal melakukannya selangkah demi selangkah. -Marian Wright Edelman (Pendiri Children's Defense Fund)

Manusia takkan pernah mau merangkak jika ia merasakan dorongan untuk membubung tinggi. -Helen Keller

Saat dimana kamu perlu melakukan sesuatu adalah ketika tidak ada orang lain yang bersedia melakukannya,ketika orang lain berkata bahwa tindakan itu tak bisa dilakukan. -Mary Frances Berry (Ketua Komisi HAM Amerika Serikat)

Sekali kamu tahu apa yang benar dan salah, kamu harus membela kepercayaanmu. Ketika seseorang melakukan tindakan yang salah, sudah tiba waktunya untuk membuka suara. Dunia ini memerlukan lebih banyak orang dengan keberanian untuk mempraktekkan apa yang mereka percayai. Jangan takut bicara menentang ketidakadilan. Bahkan jika kamu diolok-olok karena mempertahankan pendapatmu dan memiliki idealisme yang tinggi, kamu harus tetap tekun. -Rebecca Lobo (Pemain basket WNBA)

Kehidupan ini adalah milikmu. Pergunakan kekuasaan itu untuk memilih apa yang kamu ingin lakukan dan lakukanlah dengan baik. -Susan Polis Schutz (penyair dan penerbit)

Kita harus memiliki kegigihan dan di atas segalanya, kepercayaan diri. kita harus percaya bahwa kita berbakat di dalam suatu hal dan bahwa hal ini harus dicapai. -Marie Curie (Ahli Kimia dan Fisika Prancis)

Tidak pernah terlambat untuk menjadi apa yang mungkin bisa kamu capai. -George Eliot (Mary Ann Evans) (Novelis Inggris)
Continue Reading...

Selasa, 17 Januari 2012

terima kasih, masalah!

Bergunakah marah di saat seperti ini?
Akankah teriakan penyesalan membalikkan waktu?
Tidak, Bodoh!
Tak peduli apapun yang kau lakukan tuk mengubahnya,
Tak peduli kau meraung, menangis hingga darah mengalir,
Apa yang telah terjadi, itulah yang akan kekal hingga nanti

Namun akan kubisikkan sesuatu untuk menenangkanmu, Jiwaku...
Bukan tanpa alasan orang mengatakan masa depan adalah misteri..
Masa depan ada di tanganmu, kau lah yang menentukan jalan
kau bebas memilih arahmu, keduanya benar
tapi hanya satu yang baik dan akan menuntunmu menuju cita
pilih dengan bijak..

hidup bukan seperti persamaan garis lurus yang terus meninggi,
bahkan detak jantungmu pun memiliki titik rendahnya,
Hidup seperti roda,patri dalam benakmu..
Tuhan meletakkan mu di bawah agar kau belajar,
agar kau bisa jadi lebih baik...

berterima kasihlah kepada kesalahan, karena ia-lah kau dapat belajar memilih dengan bijak,
agar tak jatuh untuk hal yang sama.

sekarang, bangun dan hapus tangismu...
tak baik hanya meratapi,
bangkit, hadapi , jangan sembunyi...
Continue Reading...

Followers

Follow The Author