Minggu, 07 September 2014

Berdamai dengan masa lalu

Share it Please
I'm never going back,
the past is in the past
- "Let It Go" Idina Menzel (OST. Frozen)
Apa yang telah terjadi di masa lampau, maka biarkan ia tertinggal di sana.

Mudah.
Mudah untuk diucapkan, namun prakteknya? 
Tidak semudah itu bukan?

Manusia mana yang tak ingin menjalani hidup yang damai dan tenang, bahkan mungkin, ingin menjalani hidup tanpa sesuatu yang pernah ia sesali.

Siapa yang tak pernah berbuat salah? Atau, siapa yang mau ada suatu peristiwa buruk tercatat dalam sejarahnya, sesuatu yang membuatnya menyesal, terpuruk.
Setiap kita pernah berbuat salah, pernah pula mengalami hal-hal memalukan, menyakitkan dan sebagainya, yang tak pernah ingin kita kenang atau yang kita harap tak pernah terjadi. 

Sayangnya, kehidupan tak selalu memberikan langit cerah setiap hari. 

tapi, betapapun menyakitkan, hidup terus berjalan tanpa memberi jeda untuk menyembuhkan. Bahkan terkadang, goresan pisau kenangan tak indah itu masih terasa perihnya bertahun kemudian. Kepingan yang sama sekali tak ingin diingat, yang membangkitkan emosi negatif kala otak memainkan potongan gambarnya.

Apa tak lelah hidup seperti itu? 
Menyakiti diri sendiri yang sudah letih terjatuh dan menahan sakit. 

Mengapa tidak mencoba berdamai dengan masa lalu?

Alih-alih mengabaikan luka hingga menjadi borok, mengapa tidak dirawat hingga sembuh? Meski berbekas, itu lah kenangan buruk yang kita ubah menjadi baik. Parut itu yang akan mengingatkan kita untuk tidak mengulangi hal yang sama. 

Menyimpan api dendam dan marah tak membuat kita merasa lebih baik, justru semakin menyakitkan.. Alih-alih menyimpan emosi negatif yang memakan semua energi positif, mengapa tidak mencoba melepaskannya? 

Dengan memaafkan, merelakan, mengikhlaskan..

Maafkan diri yang pernah salah, yang pernah menyakiti. Maafkan pula mereka yang pernah membuat kesalahan dan membuatmu terluka.
Petik saja hikmahnya dan lanjutkan hidupmu dengan senyuman.
Tinggalkan yang telah berlalu di belakang,
biarkan tertinggal karena memang di sana tempatnya. 

Luka itu perlahan akan mengering dan energi positif akan dengan riang menggempur habis sang negatif. 

Percayalah,
Hidup akan terasa jauh lebih indah, dan hati menjadi lebih ringan.

Terdengar lebih baik, bukan?
:)




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Followers

Follow The Author