Kamis, 16 Februari 2012

berkat jemuran, aku diperban...

Share it Please
Pengalaman pertama!
Umm, ini musibah sih, tapi tiap inget, pasti ketawa.
Lagi asik-asiknya utak-atik laptop, ngelirik jam. Alamak! Udah jam 17.30! langsung bediri dan buru-buru ke halaman belakang buat angkat jemuran, hasil kerja jadi kuli cuci hari itu. Hehe. Tanah di bawah jemuran itu becek (thanks to hujan). Ada jemuran yang kalau mau diambil mesti mijak tanah becek itu. Males banget lah mijak tanah lembek gitu. Kebetulan sekali ada gundukan kecil pasir sisa bikin kolam ikan atau saluran air gitu, (lupa. ^^ ) dan diatasnya ada sebilah kayu. Nah, kaki kanan indah, mijak kayu itu, baru deh bisa ambil jemuran tanpa harus menginjak tanah becek. Yeyeyey!
Tapi ternyata, keberhasilan itu harus dibayar mahal, Saudara-Saudara! Saat kaki kanan indah kembali menginjak tanah, kayu itu bergerak secara kebalikan arah jarum jam. Nah, kaki kiri indah sedang manisnya berdiri tepat di arah yang sama, akibatnya, terjadilah tabrakan maut itu. Sempat meringis sih. tapi pas liat, cuma lecet dikit. Pikirnya, "Ah, biasa itu mah, bentar lagi juga bakal ilang sendiri lecetnya." 
Lecetnya emang ilang, dan malam itu, pergelangan kaki kiri yang kena juga ga berasa apa-apa. biasa aja. Cuma pas jalan, emang rada-rada sakit. Indah biarin aja karena (sekali lagi) mikirnya kepentok biasa. Besoknya ngampus, juga masih lari-lari, lompat-lompat tangga (yep, my college is my kindergarten. hoho. :D ), masih ga ada apa-apa. Nah, pas 2 hari setelah kejadian, Indah pergi ke suatu Mall besar di kota Jambi ini lantaran mau nonton temen yang ikut lomba nyanyi. Duduk di atas karpet, trus bersila. Disinilah petaka mulai terjadi. Ga berapa lama duduk bersila, pergelangan kaki kiri mendadak cenat-cenut. Berhubung saya orangnya cuek, dibiarin aja (lagi). Tapi makin lama makin sakit. Langsung deh, diomelin sama bang kotiyo yang kebetulan menemani saya.
Setelah pulang dari sana, sakitnya semakin menjadi. Aku jadi susah jalan, bahkan jalan dari kamar ke dapur yang jaraknya cuma 4 meter-an, udah bikin indah meringis. berdiri juga sama. tapi masih keukeuh gamau dikompres atau apalah. Telpon papa, papa bilang makan analgetik aja. tapi aku lupa terus minumnya (as always). akhirnya, 22 Januari, aku mengalah, ni kaki mesti dikompres. dengan dibantu adik sepupu, pergelangan kaki kiriku dikompres dengan air hangat.

Rasanya?
MAMAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!!!
itu respon pertama sedetik setelah handuk kecil diletakkan di atas bagian yang sakit. Sumpah deh, sakit banget. rasanya kayak kebakar gitu. Pokoknya sakit banget lah, sampai menitikkan air mata. Setelah banyak teriakan kesakitan, dan 3 kali ganti air hangat, kompres kaki sesi pertama dihentikan. Walau udah ga dikompres, bagian yang sakit tetep aja kayak kebakar -________-  . tapi saat dikompres sorenya (yang pertama pagi), ga begitu sakit lagi. Alhamdulillah, ada pencerahan. hehe.
Perkiraan masalah kaki sudah beres ternyata hanya mimpi, untuk jalan dan berdiri masih susah dan SAKIT. bahkan sampai beberapa hari setelah dikompres. Tuing tuing, kesal rasanya. Kaki masih ngilu, amat ngilu. lebamnya pun masih ada meski samar. akhirnya, dengan linangan air mata, kembali menghubungi papa. Solusinya : PERBAN ELASTIS dan pakai obat antikoagulan topikal karena analgetik cream ga mempan. yah, sore itu juga, dibantu oleh Koko, kaki udah dibungkus perban elastis. Nenek sampai ngoceh, "cuma kena kayu kenapa malah sampe diperban gitu? aneh." Tapi, menurut papa, ternyata benturannya kuat, darah beku numpuk di daerah itu (wajar aja ya teriak-teriak pas dikompres) dan juga kena tulang.
akhirnya, terpaksalah kemana-mana memakai perban, termasuk ke kampus. karena ga biasa make perban, indah sering lupa kalau kaki diperban. akibatnya, suka ga sadar jalan cepat (malah pernah lari gara-gara takut telat masuk lab), setelah itu meringis kesakitan karena masih ngilu banget. seminggu lebih indah memakai perban itu. sampai akhirnya, ngerasa udah baikan, indah lepas. 
sekarang udah ga pake lagi. udah bisa lari lagi, udah bisa lompat-lompat tangga lagi. tapi kalo duduk di lantai, trus kaki kiri dilipat, masih suka ngilu.

PESAN MORAL : jangan anggap enteng apapun, termasuk kepentok kayu, dan (pesan Koko) HATI-HATILAH DALAM MELANGKAH.

yah, teman, berhati-hatilah dalam melangkah. siapa yang menyangka dicium kayu dapat mengakibatkan petaka?

ps : thanks to Dwi yang berbaik hati membantu saya mengompres pergelangan kaki. nice cousin! :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Followers

Follow The Author