"Aku hanya ingin kau jawab satu, hanya satu pertanyaan terakhirku, mengapa?"
Hening.
Lagi-lagi tiada jawaban.
Kau selalu diam.
Kau tahu, diam darimu justru kian memperdalam luka.
"Mengapa?"
Masih hening.
Lalu,
kau berjalan menjauh.
Lantas menghilang.
Tanpa jawaban,
tanpa penjelas...
Popular Posts
-
Beberapa hari sebelum Agustus 2017 berakhir, pagi itu, sarapan beberapa keping biskuit sebelum pergi olahraga pagi dengan seorang teman bai...
-
Sabtu, 9 Oktober 2021 Akhirnya wisuda... Alhamdulillah... Lega? Tentu, tak perlu ditanya. Legaaaa. Akhirnya selesai juga perkuliahan untuk m...
-
Hari ini, tepat 2 minggu saya menikmati waktu istirahat yang diberikan Tuhan. Iya, 2 minggu lalu saya sempat terdampar selama 2 jam di inst...
-
Dulu, duluuuuu sekali, sekitar 10 tahun lalu, ketika saya baru duduk di bangku kuliah, saya pernah menulis di secarik kertas yang sayangnya...
-
Dua puluh enam, adalah tentang kembali berdiri dan melangkah setelah dihempas angin, Dua puluh enam, adalah tentang berperang melawan hi...
-
Beliau pria pertama yang ku kenal. Pria paling tampan yang pernah ku temui. Pria tegas namun lembut pun mengayomi. Sosok pekerja keras yan...
-
Hai, Selamat Idul Fitri, Teman-teman! Mohon maaf lahir dan batin.. :) Sedikit terlambat, namun tak apa kan? hehehe Ngomong-ngomong, in...
-
Sekitar enam tahun yang lalu, kecelakaan lalu lintas membuat saya mengalami dua dislokasi sendi pada kaki kanan, memaksa saya harus dud...
-
Three things in human life are important. The first is to be kind, the second is to be kind, and the third is to be kind. - Henry James ...
-
"Aku hanya ingin kau jawab satu, hanya satu pertanyaan terakhirku, mengapa?" Hening. Lagi-lagi tiada jawaban. Kau selalu diam. ...