Kamis, 20 Agustus 2015

Tentang berjuang dan merelakan

Kita pernah ada di jalan yang sama,
Bertaut jemari, berjanji untuk saling bertahan

Kita pernah saling mendoakan,
Menyebut nama dalam setiap sujud pada Tuhan

Kita pernah terjatuh, merasa sakit
Dan berdua kita bangkit

Lalu,
Tertawa keras, mengolok semesta
Yang coba tuk mengganggu kita

Kemudian,
Di sinilah kita berdiri...
Tak lagi beriring,

Meski penuh rasa enggan,
Kita berdua sadar,
Tak ada lagi yang bisa diperjuangkan...

Aku melepasmu dengan senyuman,
Tulus tanpa dendam,

Walau kini langkahku rapuh,
Setidaknya aku tahu,
Kita pernah berjuang

Janji untuk saling bertahan walau di saat terkelam
Kita tunaikan

Tidak,
Biar semesta yang tertawa kali ini...
Biar ia merasa di atas angin karena mampu memisahkan kita

Karena,
Kita tahu bahwa kita pemenangnya,
Meski cerita tak berujung bahagia
😊



Continue Reading...

Senin, 17 Agustus 2015

Jauh di dalam rumah sakit...

"Dokter, apakah ada harapan untuk orang tua saya?" tanya seorang keluarga penunggu pasien di kamar High Care Unit di suatu unit rawat inap. Matanya sayu menatap seorang pria paruh baya berjas putih di hadapannya. Namun bersamaan dengan itu, nada suara perihnya seolah menguar, melingkupi pria di depannya, mengais asa untuk menguatkan dirinya menghadapi waktu.

Pertanyaan itu membuat hati saya terasa teriris dan langsung melekat erat di benak. Lalu, seiring waktu berlalu, semakin banyak lorong-lorong yang saya lewati di sini, di rumah sakit ini. Hingga suatu hari, saya berhenti di depan lobby, menikmati pemandangan orang yang berduyun-duyun memasuki pintu selebar dua meter itu. Saat itu saya sadar...

Orang-orang datang kemari, tak peduli waktu, entah dini hari, siang terik, tengah malam, bahkan hari libur. Langkah kaki takkan berhenti berderap keluar masuk pintu gedung ini. Beberapa bergegas ke ruang emergensi, sedang yang lain duduk dalam diam sembari menanti giliran di depan poliklinik. Beberapa pulang dengan membawa obat dalam genggaman, sedang yang lain harus tetap tinggal dan menjalani perawatan.
Mereka yang datang dan pergi membawa hal yang sama, yakni harapan.

Ya,
Rumah sakit,
Sebuah tempat bagi pesakitan yang berjuang untuk sehat, di balik suara rintihan dan keluh serta tangis, dan bau cairan antiseptik dan bau obat-obatan yang menguar di sana-sini, sejatinya rumah sakit adalah tempat yang indah.

Setiap orang yang datang membawa harapan, bahwa mereka akan kembali sehat seperti sedia kala. Dan mereka akan berjuang untuk mencapai harapan tersebut, entah sekecil apapun peluangnya, akan mereka kejar.

Rumah sakit penuh dengan orang asing, orang yang bukan kita kenal baik, pun bukan yang pernah tak sengaja bertemu muka. Hanya mungkin sesekali mendengar nama dari relasi. Namun, mereka yang masuk rela mempercayakan satu-satunya nyawa yang dimiliki pada orang asing.
Percaya bahwa mereka yang berlabel tenaga medis dan paramedis beserta jajarannya akan membantu untuk memenuhi harapan mereka untuk keluar dengan senyuman.

Sesungguhnya, rumah sakit adalah tempat yang indah, dimana di dalamnya ada banyak asa tergantung di setiap lorongnya. Rumah sakit seperti mentari yang tertutup awan kelabu, terlihat suram, namun ternyata menyimpan hangat di balik kesan yang tertinggal.
Continue Reading...

Followers

Follow The Author