Selasa, 03 Juni 2014

Last Ice Cream (Fiction)

"Apa kamu benar-benar harus ikut? Kita sudah jarang sekali menghabiskan waktu bersama " rajuknya sembari mengaduk jus mangga tanpa es favoritnya tanpa selera.
"Cuma seminggu, Sayang. Aku janji, setelah aku pulang ke sini, kita makan es krim sebanyak yang kamu suka."


"Aku sudah pulang, lalu, kenapa malah kamu yang pergi? Bukankah kita akan makan es krim?"
Aku berharap mendengar jawaban darinya, mendengar suara lembut nan manja yang selalu ku suka. Hanya saja, gundukan tanah merah itu takkan pernah menyuarakan suara yang sungguh ku rindu itu.


"Sehari sebelum kamu pulang, dia izin pergi beli es krim ke Ibu. Katanya biar kalian bisa makan es krim begitu kamu ke rumah. Setelah itu, dia keluar lagi, katanya ada yang lupa dibeli. Dan ternyata, ada mobil naas kehilangan kendali hingga... Yah, begini lah jadinya, Dirga. Kamu yang tabah ya..."
Aku hanya menatap kosong sekotak besar es krim yang baru saja diberikan oleh beliau.
Vanilla dengan butiran coklat, jelas itu rasa es krim kesukaannya. Ia tidak pernah makan es krim lain selain rasa vanilla sejak aku mengenalnya. Tak perlu ku buka pun aku pasti tahu warna dan rasanya...

Jemariku bergetar membuka tutup wadah persegi itu. Dan... Hatiku remuk saat mataku menangkap tulisan.. I MISS YOU yang sengaja dibentuk dengan es krim. Vanillaku, Vanillaku begitu ingin menghabiskan waktu denganku menyiapkan semuanya untukku. Dan dingin yang membuat jemariku kebas menyatu dengan hangatnya tetesan air mata yang tak lagi bisa kubendung.

I miss you too, my Vanilla...
Continue Reading...

Followers

Follow The Author