Selasa, 09 Oktober 2012

1st microfiction : Untitled

Share it Please

Setiap pagi, aku terbangun oleh pelukannya. Sebuah pelukan hangat dari seorang yang ku sebut malaikat. Binar bening mata dan alunan merdu nadanya menjadi bagian tak terpisahkan dalam hidupku. Akulah yang setia menemani hari-harinya. Menghabiskan waktu bersamanya menjadi suatu rutinitas yang tak pernah menjemukan bagiku. Mendengar tuturnya adalah kesenanganku.
Perlahan… Perlahan ia menjauh. Aku tak mengerti mengapa. Entahlah. Tak ada lagi sapa dan peluk hangat. Tak lagi cinta kah ia padaku? Aku mencoba bersabar menunggunya kembali datang memelukku. Biar saja aku memendam rindu, cukup aku mendengar suaranya dari jauh.
Tiba-tiba, aku merasakan hangat pelukan itu kembali! Akhirnya! Hatiku seperti meledak oleh rindu yang membuncah. Tapi…
“Kakak! Ia ini lucu sekali! Bolehkah aku memilikinya?”
“Ya, Sayang. Tentu saja. Mulai sekarang boneka ini milikmu.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Followers

Follow The Author